Tak ada manusia (yang terlahir) sempurna Kein Mensch ist perfekt (geboren)
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi Bereue nicht, alles was schon passiert ist
Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat Natürlich widerfahren uns Not und Leid
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi Als obdas Leben bedeutungslos geworden ist
Syukuri apa yang ada Sei dankbar dafür, was da sind
Hidup adalah anugerah Das Leben istein Geschenk (vom Himmel)
Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik Lebe weiter, tue das Bestes
Tuhan pasti 'kan menunjukkan kebesaran dan kuasa-Nya Gott werde seine Grösse und Macht zeigen
Bagi hamba-Nya yang sabar dan tak kenal putus asa (Zu) seinem geduldigen Diener, der niemals aufgibt
Balonku
ada lima Ich
habe fünf
Ballons Rupa-rupa
warnanya Sie
sind nach Farben sortiert Hijau, kuning, kelabu Grün, gelb, grau Merah
mudadan biru Rosa und blau Meletus
balon hijau, DOR! Der
grüne Ballon platzt, BOOM! Hatiku
sangat kacau Mein
Herz ist gebrochen Balonku
tinggal empat Da
sind noch vier Kupegang
erat-erat
Ich
halte sie fest
Dalam bahasa Inggris: nicht - not, sedangkan nichts - nothing.
Contoh 1:
Ich kenne Brad Pitt. Er ist mein Lieblingsschauspieler. I know Brad Pitt. He is my favourite actor.
Saya tahu/kenal Brad Pitt. Ia adalah aktor favorit saya.
Pada kalimat di atas, kita menyatakan bahwa kita tahu atau mengenal Brad Pitt walaupun hanya melalui TV. Namun, bila kita tidak tahu Brad Pitt (sama sekali), maka kita tinggal menambahkan nicht pada kalimat di atas hingga menjadi:
Wer ist Brad Pitt? Ich kenne ihn nicht. Who is Brad Pitt? I do not know him.
Siapakah Brad Pitt? Saya tidak mengenalnya. Contoh 2: Ich habe nichts zu tun. I have nothing to do.
Saya tidak punya apa-apa untuk dikerjakan.
Selain nicht dan nichts, kamu juga akan menemukan noch nicht dan noch nichts.
Contoh 3:
Ich bin noch nicht fertig mit dem Essen. I am not yet finished eating.
Saya belum selesai makan. Contoh 4:
Ich schreibe morgen eine Klausur. Aber bis jetzt habe ich noch nichts gelernt. I'll be writing a test tomorrow. Yet by now I have not studied anything.
Besok saya akan menempuh ujian. Tapi, sampai sekarang saya belum belajar apa-apa.
Tidak ada! Kecuali, der Zwilling itu tunggal, die Zwillinge itu jamak. Artinya: (anak) kembar.
Contoh:
Laura ist ein Zwilling. Ihre Zwillingsschwester heisst Maria.
~Laura itu kembar. Saudara perempuannya bernama Maria.
Laura und Maria sind Zwillinge.
~Laura dan Maria adalah saudara kembar.
Oh, jadi tergantung subjeknya tunggal atau jamak?
Dalam
contoh di atas, iya! Tapi ingat, ini juga berlaku untuk objek loh! Baik
langsung (Akkusativ) ataupun tidak langsung (Dativ).
Contoh Akkusativ:
Serkan spricht einen Zwilling an. Sie heisst Laura.
~ Serkan menyapa seorang anak kembar. Namanya Laura.
Serkan <- subjek
ansprechen ~ menyapa <- kata kerja | untuk subjek ke-tiga tunggal (Serkan-er-sie-es) menjadi spricht...an karena merupakan trennbares Verb, yaitu kata kerja yang bisa 'dipisahkan'
einen Zwilling <- objek langsung
*Anggap saja, Serkan dan Laura tidak saling kenal, sampai suatu
saat, mereka menjadi mahasiswa baru yang bertemu pada masa orientasi.
Serkan mulai menyapa Laura yang akhirnya membuka 'jati diri' bahwa dia
punya saudara kembar bernama Maria. :-)
*Patut diingat, dalam
praktiknya, orang Jerman tidak akan semudah itu menceritakan situasi pribadinya. Menanyakan umur,
pekerjaan, agama, gaji, dan keadaan keluarga seseorang saat pertama kali
bertemu atau berkenalan, sebaiknya dihindari.
Nah, itu tadi contoh kasus Akkusativ dengan objek tunggal.
Sekarang, dalam kasus yang sama, kita buat yuk kalimat dengan objek
jamaknya!
Serkan kennt die Zwillinge, die neben ihm wohnen, sehr gut. Sie heissen Laura und Maria.
~ Serkan mengenal si kembar yang tinggal di sebelahnya dengan sangat baik. Mereka bernama Laura dan Maria.
Serkan <- subjek
kennen ~ mengenal <- kata kerja | untuk subjek ke-tiga tunggal (Serkan-er-sie-es) menjadi kennt
die Zwillinge <- objek langsung
Contoh Dativ:
Serkan schenkt dem Zwilling Kuchen.
Serkan schenkt den Zwillingen Kuchen.
~ Serkan memberi kue pada si kembar.
Serkan <- subjek
schenken ~ memberi / menghadiahkan <- kata kerja
dem Zwilling / den Zwillingen <- objek tidak langsung
Loh, kok jadi den Zwillingen?
Iya, itu bentuk Dativ jamak. Sebelumnya, saya pernah membahas
kasus Nominativ, Akkusativ, dan Dativ di Twitter. Tapi sayang, belum
sempat saya pindahkan ke blog. :-(
Demikian mengenai Zwilling dan Zwillinge. Semoga bermanfaat ya! :-)
Sebelum membaca posting-an saya yang ini, ada baiknya kamu mampir dulu ke sini.
Kamu pernah mendengar (yang disebut) banci salon berbicara? Pernah
mendengar mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung huruf c seperti cantik, cincau, atau cinta? Nah, mereka itulah yang paling pandai menirukan pengucapan c-nya
orang Jerman. Kalau belum pernah, coba sekali-sekali kamu berkunjung
ke salon terdekat yang ada bancinya. :-) Pengecualian ada dalam
kata-kata seperti Chor dan Christkindlmarktdi mana huruf cdibaca k.
Hurufg
di awal atau di tengah kata, diucapkan sama seperti dalam bahasa
Indonesia. Namun, bila terletak di akhir, ada yang membacanya h, ada pula yang k, tergantung dialek. Contoh: ranzig dibaca ran-tsih atau ran-tsik, gegangen dibaca ge-ga-ngen.
Kamu pecinta sepakbola Jerman? Pasti kenal donk dengan Lahm, Kahn, dan Lehmann? Yup! Dalam nama-nama (mantan) pemain timnas Jerman tersebut, terdapat huruf h yang tidak diucapkan secara jelas, melainkan dengan cara memanjangkan huruf-huruf vokal yang berada tepat sebelumnya. Jadi, Lahmdibaca Laam, Kahn dibaca Kaan, dan Lehmann dibaca Lee-man-hurufe nya seperti dalam kata binatang bebek ya, bukan desak! Tapi! Ada tapi-nya nih; Lufthansatidak dibaca Luf-taan-saloh! Melainkan Luft-han-za.
Huruf j dalam bahasa Jerman dieja yotatauiyot. Namun, bila terdapat di dalam kata, diucapkan seperti y dalam bahasa Indonesia. Contoh: ja dibaca ya, dan jammern dibaca yaa-marn.
Orang Jerman hampir tidak pernah mengucapkan huruf ryang terdapat pada akhir kata. Sementara yang di awal atau di tengah kata, diucapkan cadel kh seperti orang Prancis. Contoh: leckerdibaca lee-ka Schweinsteiger dibaca Shvain-stai-ga
Hurufsada yang diucapkan sebagaiz, ada pula yangsseperti dalam bahasa Indonesia. Contoh: sensationell dibaca sen-za-tsiyo-nel, leise dibaca lai-ze, dan Strasse dibaca Shtra-se. Oh ya, huruf t yang berada sebelum io, dibaca ts seperti dalam kata Nation(Na-tsiyon), International (In-ter-na-tsiyo-nal), dan Ratio(Ra-tsiyo). Huruf ssebelumt, diucapkan sh. Contoh: Steuer dibaca Shtoi-yer.
Huruf v dieja fau, sementara w dieja ve dan diucapkan seperti v dalam bahasa Inggris. Contoh yang paling terkenal: Volkswagen dibaca folks-va-gen.
Huruf y, dieja ypsilon, namun dibaca up-si-lon. Bila diikuti huruf konsonan, huruf y diucapkan u, seperti dalam kata typisch yang dibaca tu-pish.
Huruf ztidak dieja ce
seperti yang sering diajarkan di sekolah atau tempat kursus bahasa
Jerman di Indonesia -baik privat maupun non-privat, melainkan tset. Jadi, zwei dibaca tsvai, bukan cwai, zwanzig dibaca tsvan-tsih atau tsvan-tsik, bukan cwan-cih, bukan pulacwan-cik!
Patut
diingat! Karena sulitnya menjelaskan pengucapan melalui tulisan, maka
bisa saja, apa yang saya tuliskan di sini kurang lengkap. Saran
saya, sering-seringlah mendengarkan orang Jerman berbicara. Kalau
bingung, karena -misalnya- tidak punya kenalan orang Jerman,
manfaatkanlah YouTube ! Ketik...mmmhhh, contohnya Manuel Neuer interview! Nanti akan muncul beberapa video
wawancara dengan Manuel Neuer.
Kalau mau yang lebih jelas, pilihlah
wawancara dengan Per Mertesacker karena orang Jerman yang berasal
dari kota Hannover -dan kota-kota lain di negara bagian Niedersachsen, biasanya berbicara dengan Standarddeutsch atau Hochdeutsch, yaitu bahasa Jerman yang jelas, tidak berdialek, dan merupakan yang biasa dipelajari oleh non-German-natives.
Saat saya pertama kali belajar bahasa Jerman, YouTube belum ada. Jadi, hampir tiap hari -terutama malam- saya memutar kaset Themen Neu sampai tertidur. Sekarang, saya memanfaatkan fasilitas rekaman wawancara selebritas di YouTube untuk belajar bahasa asing lainnya.
Seperti bahasa Indonesia, bahasa Jerman juga menggunakan alfabet latin dan bukan yang 'ajaib' seperti sirilik, koptik, armenia, atau rune. Namun, pengejaan abjad dalam bahasa Jerman tidak seratus persen sama dengan bahasa Indonesia. Perbedaan yang paling jelas terdapat pada: j (yot), q (ku), r (erkh), v (fau), x (iks), y (upsilon), dan z (tset). Silakan Anda lihat dan dengar kedua video di bawah ini.
Sedangkan mengenai cara membaca tulisan dalam bahasa Jerman, sudah pernah saya ketik di sini.
Selain huruf-huruf di atas, bahasa Jerman juga memiliki ä, ö, dan ü yang disebut Umläute (baca: Um-loi-te). Hürufä dibaca sepertie dalam kata binatang bebek, sementara ö dan ümasing-masing dibaca oe dan ue. Tapi, contoh kata untuk ö dan ü dalam bahasa Indonesianya tidak terpikir oleh saya saat tulisan ini dibuat. Mungkin kamu punya masukan? Yang pasti, oe di sini tidak seperti bahasa Indonesia ejaan lama yang dibacau.
Dalam bahasa Jerman, e dan u yang bersebelahan dibaca oi -sebagian kalangan menyebutnya oy, tapi sama saja; contohnyaEuro menjadi Oi-ro atau Oy-ro. Sementara bilae bertemu i, kita membacanya sebagai ai seperti dalam kata vorbei yang dibaca for-bai. Pengecualian untukeiterdapat pada kata beinhalten(baca: be-in-hal-ten) dan beberapa kata sejenis lainnya.
Ligaturß alias Eszett, boleh ditulis sebagai ss.
Bahkan, beberapa tahun yang lalu saya sempat melihat berita di salah
satu stasiun TV di Jerman yang mengabarkan bahwa ligatur ini akan
dihapuskan. Namun, sampai saat ini nyatanya masih ada yang menuliskan ß, bukan ss. Bagaimana cara membacanya? Mudah saja! Seperti mengucapkan huruf s dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Simbol +dibaca plus atau Pluszeichen(plus-tsai-shen)
Contoh: 2 + 3 = 5 dibaca zwei plus drei (ist) gleich fünf(tsvai plus dkhai is glaish fuemf), di mana angka 2 dan 3 disebut Summanden, sementara 5 disebut Summe.
SUBTRAKTION - PENGURANGAN
subtahieren= abziehen ~ mengurangi
Simbol - dibaca minusatau Minuszeichen (mi-nus-tsai-shen)
Contoh: 10 - 7 = 3 dibaca zehn minus sieben (ist) gleich drei (tseen mi-nus zii-ben is glaish dkhai), di mana angka 10 disebut Minuend, angka 7 disebut Substrahend, dan angka 3 merupakan Wert der Differenz.
MULTIPLIKATION - PERKALIAN
multiplizieren = malnehmen~ mengalikan
Simbol x dibaca malatau Malzeichen (mal-tsai-shen)
Contoh: 3 x 5 = 15 dibaca drei mal fünf (ist) gleich fünfzehn (dkhai mal fuemf is glaish fuemf-tseen), di mana angka 3 dan 5 disebut sebagai Faktoren, sementara angka 15 disebut Produkt. Angka 3 di sini juga biasa disebut Multiplikator, dan angka 5 disebut Multiplikand.
DIVISION - PEMBAGIAN
dividieren = teilen ~ membagi
Simbol : atau / atau ÷ dibaca durch atau Geteiltzeichen(ge-tail-tsai-shen)
Contoh: 20 : 2 = 10dibaca zwanzig geteilt durch zwei ist gleich zehn (tsvan-tsik ge-tailt duwih tsvai is glaish tseen) di mana angka 20 disebut Dividend, angka 2 disebut Divisor atau Nenner, dan angka 10 disebut Wert des Quotienten.
0 null<- nul 1 eins <- ains 2 zwei <- tsvai / cwai* 3 drei <- drai / dkhai 4 vier <- fiya / fiir* 5 fünf <- fuenf*** 6 sechs <- zekhs 7 sieben <- zii-ben 8 acht <- akht 9 neun <- noin 10 zehn <- tseen / ceen**
*Keduanya bisa dimengerti oleh orang Jerman. Namun, mereka sendiri tidak mengucapkan cwai, fiir, dan ceen, melainkan tsvai, fiya, dan tseen.
**Bukan seperti mengucapkan seen dalam bahasa Inggris, melainkan binatang bebek dalam bahasa Indonesia.
***Saran saya, untuk memudahkan, Anda bisa mngucapkan fuemf. 11 elf <- elf 12 zwölf <- tsvolf / cwolf* 13 dreizehn <- drai-tseen / dkhai-tseen 14 vierzehn <- fiir-tseen** 15 fünfzehn <- fuenf-tseen / fuemf-tseen 16 sechszehn <- zekhs-tseen 17 siebzehn <- ziib-tseen 18 achtzehn<- akht-tseen 19 neunzehn <- noin-tseen 20 zwanzig <- tsvan-tsik / tsvan-tsih / cwan-cih*
*Orang Jerman tidak mengucapkan cwolf dan cwan-cih, tapi mereka mengerti yang dimaksud. :-)
**Karena setelah rmasih ada huruf lain, maka tidak dibaca fiya, melainkan fiir dengan r lemah atau cadel.
Dalam bahasa Jerman, angka puluhan dibaca dari belakang. Contohnya, 21 disebutkan angka 1-nya terlebih dahulu, ditambah kata und, lalu angka puluhan di depannya.
"Kak, minta rekomendasi buku bahasa Jerman untuk pemula yang bagus donk!"
Tiap
dapat pertanyaan seperti di atas, jujur saya bingung jawabnya. Karena,
berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, tidak ada buku pelajaran
(bahasa asing) yang one-fits-all. Buku yang bagi saya lengkap
dan mudah dipahami, menurut guru atau teman-teman saya,
terlalu bertele-tele. Ada pula buku yang menurut saya terlalu
'dangkal', tapi disukai oleh pelajar lainnya.
Saya dan bahasa Jerman 'tumbuh' bersama buku seriThemen Neuterbitan Katalis/Hueber dan Kamus Jerman >< Indonesiasusunan
Adolf Heuken yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Keduanya
lebih dari sekedar cukup untuk membawa saya mendapatkan nilai gut dalam ujian Zertifikat Deutschtahun 2002 dan sehr gut untuk ujian-ujian selanjutnya termasuk tingkat Mittelstufe dan Feststellungsprüfung di Studienkolleg.
Sebenarnya, saya 'tidak sengaja' memilih buku seri Themen Neusebagai
referensi belajar saya. Jauuuh sebelum memulai kursus bahasa Jerman pada bulan Februari 2002, saya iseng membeli seperangkat buku Themen Neu lengkap di toko buku Gramedia, mulai dari Kursbuch 1 s/d 3, sampai Glossar 1 s/d 3. Saat itu bahkan masih menggunakan kaset, bukan CD seperti sekarang, dan isinya menggunakan Deutsche Mark, bukan Euro.
Alasan saya ingin belajar bahasa Jerman adalah karena saya memang suka
belajar bahasa asing, di samping kebetulan teman sebangku saya sering ber
cerita tentang kakaknya yang sedang gencar belajar bahasa Jerman karena
akan hijrah ke negeri Angela Merkel tersebut mengikuti suaminya. Jadilah saya pun
tergoda untuk mempelajarinya juga. Sendiri, tanpa guru.
Seri Themen Neu ini terdiri dari Kursbuch 1 s/d 3, Arbeitsbuch 1 s/d3, Glossar 1 s/d 3, dan kaset. Tapi ternyata, Glossar-nya
tidak begitu penting bagi saya karena saya lebih menyukai kamus-kamus
susunan Adolf Heuken yang lebih lengkap dan mudah dipahami. Konon,
kamus Adolf Heuken tidak pernah direvisi. Bila memang demikian, saya
sarankan untuk membeli kamus sekennya saja supaya hemat. Tidak direvisi,
bukan berarti kamus ini abal-aballoh!
Selain yang saya sebutkan di atas, saya juga pernah menggunakan buku-buku dan kamus terbitan Langenscheidt, seperti Grundwortschatz Deutsch Übungsaufgaben dan Deutsch >< Deutsch Grosswörterbuch. Keduanya belum beredar di Indonesia, tapi bisa dipesan online bila kamu berminat.
Buku Grundwortschatz Deutsch Übungsaufgaben
sangat saya rekomendasikan untuk mereka yang ingin memperkaya kosakata;
mulai tingkat pemula, sampai lanjutan. Mempelajari buku ini seperti
membaca komik karena di dalamnya bertebaran gambar-gambar lucu yang
sangat membantu proses belajar.
Buku-buku yang saya sebutkan di atas, isinya full-German.
Maksudnya, baik contoh kalimat maupun penjelasannya, semua dalam
bahasa Jerman dan karena itu, mungkin agak sedikit membingungkan bagi
pemula yang belajar tanpa panduan guru. Bila demikian, Anda bisa
'mencoba' buku Bahasa Jerman, Kursus Lengkap Bagi Pemula karangan
Paul Coggle yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Saya
sendiri punya buku ini, tapi hampir tidak pernah menggunakannya.
Apakah saya merekomendasikan buku seri Themen Neu dan kamus susunan Adolf Heuken? Jawabannya, "Iya! Tentu saja!"
Buku Themen Neu ini bergambar dan berwarna loh! SepertiStudio D dan 'teman-teman'-nya. Bagi saya, ini merupakan salah satu faktor yang membuat saya tambah semangat belajarnya. :)