Wednesday, September 5, 2012

Jangan Menyerah ~ d'Masiv


Tak ada manusia (yang terlahir) sempurna  
Kein Mensch ist perfekt (geboren) 
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi 
Bereue nicht, alles was schon passiert ist 
Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat 
Natürlich widerfahren uns Not und Leid 
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi 
Als ob das Leben bedeutungslos geworden ist
Syukuri apa yang ada 
Sei dankbar dafür, was da sind
Hidup adalah anugerah 
Das Leben ist ein Geschenk (vom Himmel)
Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik 
Lebe weiter, tue das Bestes
Tuhan pasti 'kan menunjukkan kebesaran dan kuasa-Nya 
Gott werde seine Grösse und Macht zeigen 
Bagi hamba-Nya yang sabar dan tak kenal putus asa 
(Zu) seinem geduldigen Diener, der niemals aufgibt

Balonku



Balonku ada lima 
Ich habe fünf Ballons 
Rupa-rupa warnanya 
Sie sind nach Farben sortiert 
Hijau, kuning, kelabu 
Grün, gelb, grau 
Merah muda dan biru 
Rosa und blau 
Meletus balon hijau, DOR! 
Der grüne Ballon platzt, BOOM! 
Hatiku sangat kacau 
Mein Herz ist gebrochen 
Balonku tinggal empat 
Da sind noch vier 
Kupegang erat-erat   
Ich halte sie fest

Sunday, September 2, 2012

nicht - nichts

Apa beda nicht dan nichts?

Dalam bahasa Inggris: nicht - not, sedangkan nichts - nothing. 

Contoh 1:

Ich kenne Brad Pitt. Er ist mein Lieblingsschauspieler.
I know Brad Pitt. He is my favourite actor.
Saya tahu/kenal Brad Pitt. Ia adalah aktor favorit saya.

Pada kalimat di atas, kita menyatakan bahwa kita tahu atau mengenal Brad Pitt walaupun hanya melalui TV. Namun, bila kita tidak tahu Brad Pitt (sama sekali), maka kita tinggal menambahkan nicht pada kalimat di atas hingga menjadi:

Wer ist Brad Pitt? Ich kenne ihn nicht.
Who is Brad Pitt? I do not know him.
Siapakah Brad Pitt? Saya tidak mengenalnya.

Contoh 2:

Ich habe nichts zu tun.
I have nothing to do.
Saya tidak punya apa-apa untuk dikerjakan.

Selain nicht dan nichts, kamu juga akan menemukan noch nicht dan noch nichts.

Contoh 3: 

Ich bin noch nicht fertig mit dem Essen.
I am not yet finished eating.
Saya belum selesai makan.

Contoh 4:

Ich schreibe morgen eine Klausur. Aber bis jetzt habe ich noch nichts gelernt.
I'll be writing a test tomorrow. Yet by now I have not studied anything.
Besok saya akan menempuh ujian. Tapi, sampai sekarang saya belum belajar apa-apa.

Wednesday, August 22, 2012

Zwilling - Zwillinge

Apa beda Zwilling dan Zwillinge?

Tidak ada! Kecuali, der Zwilling itu tunggal, die Zwillinge itu jamak. Artinya: (anak) kembar.

Contoh:

Laura ist ein Zwilling. Ihre Zwillingsschwester heisst Maria.
~Laura itu kembar. Saudara perempuannya bernama Maria.

Laura und Maria sind Zwillinge.
~Laura dan Maria adalah saudara kembar.

Oh, jadi tergantung subjeknya tunggal atau jamak?

Dalam contoh di atas, iya! Tapi ingat, ini juga berlaku untuk objek loh! Baik langsung (Akkusativ) ataupun tidak langsung (Dativ).

Contoh Akkusativ:

Serkan spricht einen Zwilling an. Sie heisst Laura.
~ Serkan menyapa seorang anak kembar. Namanya Laura.

Serkan <- subjek
ansprechen ~ menyapa <- kata kerja | untuk subjek ke-tiga tunggal (Serkan-er-sie-es) menjadi spricht...an karena merupakan trennbares Verb, yaitu kata kerja yang bisa 'dipisahkan'
einen Zwilling <- objek langsung

*Anggap saja, Serkan dan Laura tidak saling kenal, sampai suatu saat, mereka menjadi mahasiswa baru yang bertemu pada masa orientasi. Serkan mulai menyapa Laura yang akhirnya membuka 'jati diri' bahwa dia punya saudara kembar bernama Maria. :-)
*Patut diingat, dalam praktiknya, orang Jerman tidak akan semudah itu menceritakan situasi pribadinya. Menanyakan umur, pekerjaan, agama, gaji, dan keadaan keluarga seseorang saat pertama kali bertemu atau berkenalan, sebaiknya dihindari.

Nah, itu tadi contoh kasus Akkusativ dengan objek tunggal. Sekarang, dalam kasus yang sama, kita buat yuk kalimat dengan objek jamaknya!

Serkan kennt die Zwillinge, die neben ihm wohnen, sehr gut. Sie heissen Laura und Maria.
~ Serkan mengenal si kembar yang tinggal di sebelahnya dengan sangat baik. Mereka bernama Laura dan Maria.

Serkan <- subjek
kennen ~ mengenal <- kata kerja | untuk subjek ke-tiga tunggal (Serkan-er-sie-es) menjadi kennt
die Zwillinge <- objek langsung

Contoh Dativ:

Serkan schenkt dem Zwilling Kuchen.
Serkan schenkt den Zwillingen Kuchen.
~ Serkan memberi kue pada si kembar.

Serkan <- subjek
schenken ~ memberi / menghadiahkan <- kata kerja
dem Zwilling / den Zwillingen <- objek tidak langsung

Loh, kok jadi den Zwillingen?

Iya, itu bentuk Dativ jamak. Sebelumnya, saya pernah membahas kasus Nominativ, Akkusativ, dan Dativ di Twitter. Tapi sayang, belum sempat saya pindahkan ke blog. :-(

Demikian mengenai Zwilling dan Zwillinge. Semoga bermanfaat ya! :-)



Monday, August 20, 2012

Das Deutsche Alphabet (Teil 2)

Sebelum membaca posting-an saya yang ini, ada baiknya kamu mampir dulu ke sini.

Kamu pernah mendengar (yang disebut) banci salon berbicara? Pernah mendengar mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung huruf c seperti cantik, cincau, atau cinta? Nah, mereka itulah yang paling pandai menirukan pengucapan c-nya orang Jerman. Kalau belum pernah, coba sekali-sekali kamu berkunjung ke salon terdekat yang ada bancinya. :-) Pengecualian ada dalam kata-kata seperti Chor dan Christkindlmarkt di mana huruf c dibaca k.

Huruf g di awal atau di tengah kata, diucapkan sama seperti dalam bahasa Indonesia. Namun, bila terletak di akhir, ada yang membacanya h, ada pula yang k, tergantung dialek. Contoh: ranzig dibaca ran-tsih atau ran-tsik, gegangen dibaca ge-ga-ngen.

Kamu pecinta sepakbola Jerman? Pasti kenal donk dengan Lahm, Kahn, dan Lehmann? Yup! Dalam nama-nama (mantan) pemain timnas Jerman tersebut, terdapat huruf h yang tidak diucapkan secara jelas, melainkan dengan cara memanjangkan huruf-huruf vokal yang berada tepat sebelumnya. Jadi, Lahm dibaca Laam, Kahn dibaca Kaan, dan Lehmann dibaca Lee-man -huruf e nya seperti dalam kata binatang bebek ya, bukan desak! Tapi! Ada tapi-nya nih; Lufthansa tidak dibaca Luf-taan-sa loh! Melainkan Luft-han-za

Huruf j dalam bahasa Jerman dieja yot atau iyot. Namun, bila terdapat di dalam kata, diucapkan seperti y dalam bahasa Indonesia. Contoh: ja dibaca ya, dan jammern dibaca yaa-marn.

Orang Jerman hampir tidak pernah mengucapkan huruf r yang terdapat pada akhir kata. Sementara yang di awal atau di tengah kata, diucapkan cadel kh seperti orang Prancis. Contoh:
        lecker dibaca lee-ka
        Schweinsteiger dibaca Shvain-stai-ga

Huruf s ada yang diucapkan sebagai z, ada pula yang s seperti dalam bahasa Indonesia. Contoh: sensationell dibaca sen-za-tsiyo-nel, leise dibaca lai-ze, dan Strasse dibaca Shtra-se. Oh ya, huruf t yang berada sebelum io, dibaca ts seperti dalam kata Nation (Na-tsiyon), International (In-ter-na-tsiyo-nal), dan Ratio (Ra-tsiyo). Huruf s sebelum t, diucapkan sh. Contoh: Steuer dibaca Shtoi-yer.

Huruf v dieja fau, sementara w dieja ve dan diucapkan seperti v dalam bahasa Inggris. Contoh yang paling terkenal: Volkswagen dibaca folks-va-gen.

Huruf y, dieja ypsilon, namun dibaca up-si-lon. Bila diikuti huruf konsonan, huruf y diucapkan u, seperti dalam kata typisch yang dibaca tu-pish.

Huruf z tidak dieja ce seperti yang sering diajarkan di sekolah atau tempat kursus bahasa Jerman di Indonesia -baik privat maupun non-privat, melainkan tset. Jadi, zwei dibaca tsvai, bukan cwai, zwanzig dibaca tsvan-tsih atau tsvan-tsik, bukan cwan-cih, bukan pula cwan-cik!

Patut diingat! Karena sulitnya menjelaskan pengucapan melalui tulisan, maka bisa saja, apa yang saya tuliskan di sini kurang lengkap. Saran saya, sering-seringlah mendengarkan orang Jerman berbicara. Kalau bingung, karena -misalnya- tidak punya kenalan orang Jerman, manfaatkanlah YouTube ! Ketik...mmmhhh, contohnya Manuel Neuer interview! Nanti akan muncul beberapa video wawancara dengan Manuel Neuer. 


Kalau mau yang lebih jelas, pilihlah wawancara dengan Per Mertesacker karena orang Jerman yang berasal dari kota Hannover -dan kota-kota lain di negara bagian Niedersachsen, biasanya berbicara dengan Standarddeutsch atau Hochdeutsch, yaitu bahasa Jerman yang jelas, tidak berdialek, dan merupakan yang biasa dipelajari oleh non-German-natives.



Saat saya pertama kali belajar bahasa Jerman, YouTube belum ada. Jadi, hampir tiap hari -terutama malam- saya memutar kaset Themen Neu sampai tertidur. Sekarang, saya memanfaatkan fasilitas rekaman wawancara selebritas di YouTube untuk belajar bahasa asing lainnya.

Die Ziffern: 101 - 1000

101 hunderteins (hun-dart-ains atau hun-dat-ains) 
102 hundertzwei 
103 hundertdrei
104 hundertvier
105 hundertfünf
106 hundertsechs
107 hundertsieben
108 hundertacht
109 hundertneun
110 hundertzehn

111 hundertelf
112 hundertzwölf
113 hundertdreizehn
114 hundertvierzehn
115 hundertfünfzehn
116 hundertsechzehn
118 hundertachtzehn
119 hundertneunzehn
120 hundertzwanzig

130 hundertdreissig
140 hundertvierzig
150 hundertfünfzig
160 hundertsechzig
170 hundertsiebzig
180 hundertachtzig
190 hundertneunzig
200 zweihundert

300 dreihundert
400 vierhundert
500 fünfhundert
600 sechshundert
700 siebenhundert
800 achthundert
900 neunhundert1000 tausend (tau-zend)

Das Deutsche Alphabet (Teil 1)

Seperti bahasa Indonesia, bahasa Jerman juga menggunakan alfabet latin dan bukan yang 'ajaib' seperti sirilikkoptikarmenia, atau rune. Namun, pengejaan abjad dalam bahasa Jerman tidak seratus persen sama dengan bahasa Indonesia. Perbedaan yang paling jelas terdapat pada: j (yot), q (ku), r (erkh), v (fau), x (iks), y (upsilon), dan z (tset). Silakan Anda lihat dan dengar kedua video di bawah ini.




Sedangkan mengenai cara membaca tulisan dalam bahasa Jerman, sudah pernah saya ketik di sini.

Selain huruf-huruf di atas, bahasa Jerman juga memiliki ä, ö, dan ü yang disebut Umläute (baca: Um-loi-te). Hüruf ä dibaca seperti e dalam kata binatang bebek, sementara ö dan ü masing-masing dibaca oe dan ue. Tapi, contoh kata untuk ö dan ü dalam bahasa Indonesianya tidak terpikir oleh saya saat tulisan ini dibuat. Mungkin kamu punya masukan? Yang pasti, oe di sini tidak seperti bahasa Indonesia ejaan lama yang dibaca u.

Dalam bahasa Jerman, e dan u yang bersebelahan dibaca oi -sebagian kalangan menyebutnya oy, tapi sama saja; contohnya Euro menjadi Oi-ro atau Oy-ro. Sementara bila e bertemu i, kita membacanya sebagai ai seperti dalam kata vorbei yang dibaca for-bai. Pengecualian untuk ei terdapat pada kata beinhalten (baca: be-in-hal-ten) dan beberapa kata sejenis lainnya.

Ligatur ß alias Eszett, boleh ditulis sebagai ss. Bahkan, beberapa tahun yang lalu saya sempat melihat berita di salah satu stasiun TV di Jerman yang mengabarkan bahwa ligatur ini akan dihapuskan. Namun, sampai saat ini nyatanya masih ada yang menuliskan ß, bukan ss. Bagaimana cara membacanya? Mudah saja! Seperti mengucapkan huruf s dalam bahasa Indonesia atau Inggris. 

Grundrechenart

ADDITION - PENJUMLAHAN 

addieren = summieren = zusammenzählen ~ menjumlahkan
Simbol + dibaca plus atau Pluszeichen (plus-tsai-shen)

Contoh:
2 + 3 = 5 dibaca zwei plus drei (ist) gleich fünf (tsvai plus dkhai is glaish fuemf), di mana angka 2 dan 3 disebut Summanden, sementara 5 disebut Summe. 


SUBTRAKTION - PENGURANGAN 

subtahieren = abziehen ~ mengurangi
Simbol - dibaca minus atau Minuszeichen (mi-nus-tsai-shen)

Contoh:
10 - 7 = 3 dibaca zehn minus sieben (ist) gleich drei (tseen mi-nus zii-ben is glaish dkhai), di mana angka 10 disebut Minuend, angka 7 disebut Substrahend, dan angka 3 merupakan Wert der Differenz. 


MULTIPLIKATION - PERKALIAN 

multiplizieren = malnehmen ~ mengalikan
Simbol x dibaca mal atau Malzeichen (mal-tsai-shen)

Contoh:
3 x 5 = 15 dibaca drei mal fünf (ist) gleich fünfzehn (dkhai mal fuemf is glaish fuemf-tseen), di mana angka 3 dan 5 disebut sebagai Faktoren, sementara angka 15 disebut Produkt. Angka 3 di sini juga biasa disebut Multiplikator, dan angka 5 disebut Multiplikand. 


DIVISION - PEMBAGIAN 

dividieren = teilen ~ membagi
Simbol : atau / atau ÷ dibaca durch atau Geteiltzeichen (ge-tail-tsai-shen)

Contoh: 
20 : 2 = 10 dibaca zwanzig geteilt durch zwei ist gleich zehn (tsvan-tsik ge-tailt duwih tsvai is glaish tseen) di mana angka 20 disebut Dividend, angka 2 disebut Divisor atau Nenner, dan angka 10 disebut Wert des Quotienten.

Die Ziffern: 0 - 100

0 null <- nul
1 eins <- ains
2 zwei <- tsvai / cwai*
3 drei <- drai / dkhai
4 vier <- fiya / fiir*
5 fünf <- fuenf***
6 sechs <- zekhs
7 sieben <- zii-ben
8 acht <- akht
9 neun <- noin
10 zehn <- tseen / ceen**
*Keduanya bisa dimengerti oleh orang Jerman. Namun, mereka sendiri tidak mengucapkan cwai, fiir, dan ceen, melainkan tsvai, fiya, dan tseen.
**Bukan seperti mengucapkan seen dalam bahasa Inggris, melainkan binatang bebek dalam bahasa Indonesia.
***Saran saya, untuk memudahkan, Anda bisa mngucapkan fuemf.
 
11 elf <- elf
12 zwölf <- tsvolf / cwolf*
13 dreizehn <- drai-tseen / dkhai-tseen
14 vierzehn <- fiir-tseen**
15 fünfzehn <- fuenf-tseen / fuemf-tseen
16 sechszehn <- zekhs-tseen
17 siebzehn <- ziib-tseen
18 achtzehn <- akht-tseen
19 neunzehn <- noin-tseen
20 zwanzig <- tsvan-tsik / tsvan-tsih / cwan-cih*
*Orang Jerman tidak mengucapkan cwolf dan cwan-cih, tapi mereka mengerti yang dimaksud. :-)
**Karena setelah r masih ada huruf lain, maka tidak dibaca fiya, melainkan fiir dengan r lemah atau cadel.

Dalam bahasa Jerman, angka puluhan dibaca dari belakang. Contohnya, 21 disebutkan angka 1-nya terlebih dahulu, ditambah kata und, lalu angka puluhan di depannya.

21 einundzwanzig <- ainun-tsvan-tsik
22 zweiundzwanzig <- tsvayun-tsvan-tsik
23 dreiundzwanzig <- drayun-tsvan-tsik / dkhayun-tsvan-tsik
24 vierundzwanzig <- fiirun-tsvan-tsik
25 fünfundzwanzig <- fuemfun-tsvan-tsik
26 sechsundzwanzig <- zekhsun-tsvan-tsik
27 siebenundzwanzig <- ziibenun-tsvan-tsik
28 achtundzwanzig <- akhtun-tsvan-tsik
29 neunundzwanzig <- noinun-tsvan-tsik
30 dreissig <- drai-sik

40 vierzig <- fiir-tsik
50 fünfzig <- fuemf-tsik
60 sechzig <- zekhs-tsik
70 siebzig <- ziib-tsik
80 achtzig <- akht-tsik
90 neunzig <- noin-tsik
100 hundert <- hun-dart

Rekomendasi Buku Penunjang Belajar Bahasa Jerman

"Kak, minta rekomendasi buku bahasa Jerman untuk pemula yang bagus donk!"

Tiap dapat pertanyaan seperti di atas, jujur saya bingung jawabnya. Karena, berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, tidak ada buku pelajaran (bahasa asing) yang one-fits-all. Buku yang bagi saya lengkap dan mudah dipahami, menurut guru atau teman-teman saya, terlalu bertele-tele. Ada pula buku yang menurut saya terlalu 'dangkal', tapi disukai oleh pelajar lainnya.

Saya dan bahasa Jerman 'tumbuh' bersama buku seri Themen Neu terbitan Katalis/Hueber dan Kamus Jerman >< Indonesia susunan Adolf Heuken yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Keduanya lebih dari sekedar cukup untuk membawa saya mendapatkan nilai gut dalam ujian Zertifikat Deutsch tahun 2002 dan sehr gut untuk ujian-ujian selanjutnya termasuk tingkat Mittelstufe dan Feststellungsprüfung di Studienkolleg.

Sebenarnya, saya 'tidak sengaja' memilih buku seri Themen Neu sebagai referensi belajar saya. Jauuuh sebelum memulai kursus bahasa Jerman pada bulan Februari 2002, saya iseng membeli seperangkat buku Themen Neu lengkap di toko buku Gramedia, mulai dari Kursbuch 1 s/d 3, sampai Glossar 1 s/d 3. Saat itu bahkan masih menggunakan kaset, bukan CD seperti sekarang, dan isinya menggunakan Deutsche Mark, bukan Euro. Alasan saya ingin belajar bahasa Jerman adalah karena saya memang suka belajar bahasa asing, di samping kebetulan teman sebangku saya sering ber cerita tentang kakaknya yang sedang gencar belajar bahasa Jerman karena akan hijrah ke negeri Angela Merkel tersebut mengikuti suaminya. Jadilah saya pun tergoda untuk mempelajarinya juga. Sendiri, tanpa guru.

Seri Themen Neu ini terdiri dari Kursbuch 1 s/d 3, Arbeitsbuch 1 s/d3, Glossar 1 s/d 3, dan kaset. Tapi ternyata, Glossar-nya tidak begitu penting bagi saya karena saya lebih menyukai kamus-kamus susunan Adolf Heuken yang lebih lengkap dan mudah dipahami. Konon, kamus Adolf Heuken tidak pernah direvisi. Bila memang demikian, saya sarankan untuk membeli kamus sekennya saja supaya hemat. Tidak direvisi, bukan berarti kamus ini abal-abal loh!

Selain yang saya sebutkan di atas, saya juga pernah menggunakan buku-buku dan kamus terbitan Langenscheidt, seperti Grundwortschatz Deutsch Übungsaufgaben dan Deutsch >< Deutsch Grosswörterbuch. Keduanya belum beredar di Indonesia, tapi bisa dipesan online bila kamu berminat.

Buku Grundwortschatz Deutsch Übungsaufgaben sangat saya rekomendasikan untuk mereka yang ingin memperkaya kosakata; mulai tingkat pemula, sampai lanjutan. Mempelajari buku ini seperti membaca komik karena di dalamnya bertebaran gambar-gambar lucu yang sangat membantu proses belajar.

Buku-buku yang saya sebutkan di atas, isinya full-German. Maksudnya, baik contoh kalimat maupun penjelasannya, semua dalam bahasa Jerman dan karena itu, mungkin agak sedikit membingungkan bagi pemula yang belajar tanpa panduan guru. Bila demikian, Anda bisa 'mencoba' buku Bahasa Jerman, Kursus Lengkap Bagi Pemula karangan Paul Coggle yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Saya sendiri punya buku ini, tapi hampir tidak pernah menggunakannya.

Apakah saya merekomendasikan buku seri Themen Neu dan kamus susunan Adolf Heuken? Jawabannya, "Iya! Tentu saja!"

Buku Themen Neu ini bergambar dan berwarna loh! Seperti Studio D dan 'teman-teman'-nya. Bagi saya, ini merupakan salah satu faktor yang membuat saya tambah semangat belajarnya. :)